Kategori
Otomotif

Armada Terbaru PO Trans Agung Mulia Gunakan Sasis Hino RN 285 dengan Bodi Legacy SR2 HD Prime

– Perusahaan Otobus (PO) Trans Agung Mulia baru saja meluncurkan armada bus terbaru untuk buatan Karoseri Laksana untuk memperkuat armada bus antar kota antar provinsi (AKAP) nya. Bus terbarunya menggunakan sasis Hino RN 285 dengan bodi model Legacy SR2 HD Prime seperti diunggah lewat postingan Instagram @laksanabus, Senin (24/1/2022). Dari postingan Instagram Karoseri Laksana, dapat diketahui bahwa bus ini menggunakan bodi jenis Legacy SR2 HD Prime dengan sasis Hino RN 285.

Bodi bus Legacy SR2 HD Prime memiliki tinggi 3,75 meter. HD sendiri merupakan singkatan dari High Decker. Walaupun menjadi bodi yang paling dasar, model HD Prime ini diklaim sudah memiliki standar uji guling ECE.R66. ECE.R66 merupakan singkatan dari Economic Commission Europe Regulation No. 66 yang merupakan standar untuk uji guling. Standar ini diberlakukan pada negara negara eropa yang tergabung pada Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE). Bus ini dilengkapi dengan toilet, AC, televisi LCD 2 buah di bagian depan, serta sekat yang memisahkan ruang kabin penumpang dengan ruang pengemudi.

Bangkunya menggunakan konfigurasi 2 2 di baris kiri dan kanan dengan bagasi di atas kepala. Sedangkan, sasis Hino RN dibekali mesin diesel 7.684 cc tipe J08E VT commonrail 6 silinder in line direct injection dengan turbocharged aspirated. Mesin itu bisa menyemburkan tenaga maksimal 285 PS pada 2.500 rpm. Teknologi mesin commonrail menggunakan tekanan tinggi untuk menyemprotkan solar ke ruang bakar untuk menghasilkan pembakaran maksimal untuk menghasilkan tenaga dan torsi yang lebih besar, konsumsi bahan bakar yang lebih efisien, serta emisi gas buang yang lebih rendah.

Mulai 4 Februari, PO ini menambah jam keberangkatan baru pukul 16.00 WIB dengan tarif promo Rp 150.000 berlaku 4 sampai 28 Februari 2022 untuk trayek Pangkalan Bun Palangka Raya PP.

Kategori
Bisnis

Investor Mulai Khawatir dengan Isu Ancaman Invasi Rusia ke Ukraina

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, pelaku pasar dan investor tampaknya semakin khawatir, terkait dengan isu ancaman invasi Rusia ke Ukraina. Di mana, akhir akhir ini dikabarkan invasi tersebut mengalami peningkatan, apalagi 100.000 pasukan Rusia sudah ditempatkan di segala penjuru perbatasan Ukraina. "Penumpukan diperkirakan akan terus berlanjut karena tidak ada tanda tanda akan mereda dan pembicaraan pun di antara kedua belah pihak masih menemui jalan buntu," ujar dia melalui risetnya, Selasa (25/1/2022).

Sementara, Amerika Serikat (AS) dan Inggris menanggapi ancaman tersebut dengan memberikan sanksi serta menarik para staf diplomatik mereka keluar dari kedutaan di Kyiv. "Pertanyaannya adalah, sejauh mana para sekutu yang ada di wilayah barat mampu mendukung Ukraina? Wilayah barat pun tidak semuanya 100 persen mendukung, ada yang tidak ingin ikut campur, ada juga yang ingin membantu," kata Nico. Contohnya, panglima Angkatan Laut Jerman justru terpaksa harus mengundurkan diri setelah mengatakan bahwa Putin pantas untuk dihormati.

Sejauh ini juga, Jerman masih menolak untuk memberikan Ukraina dukungan militer, berbeda dengan Amerika dan Inggris. Sebabnya, sejauh ini yang paling keras dalam memberikan tanggapan adalah Amerika dan Inggris dengan memberikan sanksi perekonomian yang diperkirakan mampu memberikan tekanan. Meskipun demikian, hingga saat ini Rusia masih bersikeras bahwa mereka tidak sedang bersiap untuk menyerang tetangganya, Ukraina, meskipun sudah hampir dipastikan di berbagai lokasi perbatasan ada pasukan Rusia.

"Rusia mengatakan, bahwa mereka memiliki hak untuk memindahkan personel dan peralatan militer kemanapun yang dia suka di negara tersebut," tutur Nico. Karena itu, Rusia menuduh pihak barat tengah merencanakan provokasi di Ukraina, di mana Ukraina sendiri bercita cita dapat bergabung dengan Uni Eropa dan NATO di bawah Presiden Volodymyr Zelenskyy. Nico menjelaskan, beberapa upaya sudah dilakukan di tingkat atas para pejabat Rusia, Amerika, dan NATO dalam beberapa pekan terakhir untuk mencoba mengurangi ketegangan, tapi kelihatannya masih belum berhasil.

Pasalnya, Rusia ingin sebuah jaminan dalam bentuk hukum bahwa Ukraina tidak akan diizinkan untuk bergabung dengan aliansi militer Amerika dan Eropa. Rusia juga menginginkan NATO untuk dapat mengembalikan infrastruktur dan personil militer dari beberapa bagian Eropa Timur, dan negara negara bekas Soviet yakni Estonia, Latvia, dan Lituania. Dia menambahkan, Amerika, Inggris, dan Uni Eropa telah memberikan peringatan kepada Rusia bahwa mereka akan menghadapi sanksi lebih lanjut.

Sanksi itu diklaim bisa melumpuhkan Rusia jika menyerang Ukraina, tapi Rusia sendiri sudah terbiasa tampaknya dengan sanksi tersebut. "Begitupun dengan Inggris yang siap untuk mendukung dalam hal membela diri apabila Rusia mengambil langkah menyerang. Well, ada Omicron, ada geopolitik, ada inflasi, dan tentu saja akan ada The Fed yang akan menghiasi pasar, cermati setiap situasi dan kondisi yang terjadi ya," pungkas Nico.

Kategori
Bisnis

Mengenal Apa Itu Green Economy dan Penerapannya di Indonesia

Berikut pengertian terkait green economy atau ekonomi hijau dan penerapannya di Indonesia. Dikutip dari , green economy atau ekonomi hijau adalah adalah proses pengembangan ekonomi yang tetap meperhatikan lingkungan seperti tingkat karbon di udara, efisiensi sumber daya alam, dan sosial. Diketahui di dalam green economy, pertumbuhan pekerja dan pendapatan dikendalikan oleh investasi publik dan privat menjadi semacam aktivitas ekonomi.

Selain aktivitas ekonomi, infrastruktur dan aset yang didapatkan juga harus memiliki syarat yaitu memiliki emisi karbon dan polusi yang rendah, meningkatkan efisiensi energi dan sumber daya, serta mencegah hilangnya keberagaman hayati serta ekosistem alam. Investasi semacam membutuhkan dukungan melalui pengeluaran dari publik, reformasi kebijakan dan perubahan dalam regulasi terkait perpajakan. United Nation Environment (UNE) telah mempromosikan langkah perkembangan terkait pendapatan yang bersifat alami sebagai aset ekonomi kritis dan sumber pendapatan publik khususnya untuk masyarakat miskin yang mana kehidupannya bergantung kepada sumber daya alam.

Gagasan green economy ini tidak serta merta mengganti pembangunan berkelanjutan tetapi membuat fokus baru untuk ekonomi, investasi, pendapatan dan infrastruktur, pekerja dan kemampuannya, serta kehidupan sosial yang bersifat positif dari benua Asia ke negara Pasifik. Lalu terdapat pula tiga area yang sedang dikerjakan sekarang ini dalam green economy yaitu: 1. Advokasi terkait pendekatan makro ekonomi untuk ketahanan pertumbuhan ekonomi melalui sektor regional, sub regional, serta nasional.

2. Mendemonstrasikan pendekatan green economy dengan fokus utama pada akses finansial hjau, teknologi, dan investasi. 3. Mendukung negara dalam rangkan pengembangan dan pengarusutamaan kebijakan makro ekonomi untuk melakukan dukungan transisi menuju green economy. Lalu untuk kerjasama yang dilakukan UNE adalah menggandeng negara Mongolia untuk implementasi dari National Green Development Policy, mengintegrasi green economy melalui perencanaan pengembangan pada level lokal.

Selain itu juga menggunakan indikator Sustainable Develompment Goals (SDG's) dan sektor utama dalam rangka penghijauan ekonomi. Dikutip dari laman , Pemerintah Indonesia dalam rangka mewujudkan green economy atau ekonomi hijau telah melakukan perencanaan Inisiatif Pembangunan Rendah Karbon (PRK). Inisiatif PRK ini bertujuan untuk secara eksplisit memasukkan pertimbangan pertimbangan lingkungan contohnya target pengurangan gas rumah kaca dan daya dukung ke dalam kerangka perencanaan pembangunan.

Lalu inisiatif PRK untuk fase pertama telah diadopsi ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 2024. Untuk saat ini, inisiatif PRK telah memasuki fase kedua yaitu fase implementasi. Kemudian dalam implementasinya, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) telah didukung oleh UN Partnership for Action on Green Economy (UN PAGE) Indonesia melalui United Nations Institute for Research and Training (UNITAR) telah melaksanakan studi Green Economy Learning Assessment (GELA) di Indonesia.

Studi ini memiliki tujuan yaitu mengembangkan program pelatihan tentang ekonomi hijau, khususnya dalam kerangka implementasi PRK yang komprehensif. Selain itu juga bertujuan agar dapat diimplementasikan secara nasional oleh aparatur sipil negara dan perencana pembangunan di berbagai kementerian atau institusi terkati, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan utama lainnya. Sehingga diharapkan dengan adanya kegiatan ini maka dapat berkontribusi bagi program peningkatan kapasitas SDM dalam rangka memajukan pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Kepastian penerapan green economy atau ekonomi hijau ini juga dikatakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal ini disampaikannya saat menghadiri Dies Natalis Universitas Parahyangan ke 67 di Kampus Universitas Parahyangan Ciumbuleuit, Kota Bandung, Senin (17/1/2022) dikutip dari . “Kita juga segera bertransformasi ke green economy, produk produk hijau ini memiliki nilai tambah tinggi karena akan diminati pasar global karena ramah lingkungan,” katanya.

Jokowi juga menjabarkan transformasi ekonomi hijau tersebut yang mana sedang terdapat pembangunan Kawasan Industri Hijau di Kalimantan Utara seluas 16.000 hektar. “Kawasan ini akan menjadi gerbang bagi Indonesia baru menjadi sebuah negara industri yang besar yang patut diperhitungkan dunia.” “Gerbangnya di situ, di kawasan industri hijau Kalimantan Utara,” ucap Jokowi.

Selain itu diharapkan kawasan industri hijau tersebut akan selesai 4 5 tahun ke depan. “Semoga dalam waktu 4 sampai 5 tahun ke depan bisa diselesaikan tahap pertama,” pungkasnya.

Kategori
Nasional

Prabowo: Gaya Kepemimpinan dan Kepribadian Saya dengan Luhut Pandjaitan Sama-sama Keras

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengakui bahwa dirinya mempunyai watak keras. Karakter itu sama dengan Luhut Binjar Panjaitan yang sekarang menjabat Menteri Koordinator Maritim. Akibatnya, Prabowo mengaku sering berbeda pandangan dalam hal hal tertentu, terutama dalam politik. Hal itu diungkapkan Prabowo dengan lengkap dalam Buku Kepemimpinan Militer, Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto.

"Karena kadang sifat kami berdua yang sama sama Alpha akhirnya juga sering terjadi percikan percikan. Gaya kepemimpinan dan kepribadian kami sama sama keras," jelasnya. Namun, Prabowo mengaku belajar banyak dari sosok Luhut Binsar Pandjaitan. Menurutnya, Luhut adalah orang yang tegas dan berkemauan keras. "Beliau juga punya fisik yang baik. Beliau memimpin dari depan. Beliau sering lari, dan lari beliau selalu di depan. Saya memang tidak sekuat beliau larinya. Maklum, mungkin ini genetika, saya sering berseloroh orang orang luar Jawa itu biasanya lebih kuat daripada orang dalam Jawa karena di luar Jawa kampung kampung itu jauh," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, Bersama Luhut Binsar Pandjaitan ia berada dalam Detasemen 81 pada 1981, yang dikenal sebagai Gultor (Penanggulangan Teror) 81. Awal mula pertemuannya dengan Luhut, kala itu, Prabowo masih berpangkat kapten, sementara Luhut baru kembali dari Operasi Nanggala 5 di Timor Timur. Luhut kemudian diangkat menjadi kepala seksi 2 operasi dan Prabowo sebagai wakilnya.

Keduanya, bahkan saat itu langsung dikirim oleh sekolah Special Forces ke Amerika Serikat (AS). Pada 1981 sejak kembali dari Amerika, Prabowo bersama Luhut dipanggil oleh Benny Moerdani. "Kami diperintahkan untuk sekolah ke Jerman, sekolah antiteror GSG9. Setelah sekolah itu, kami diperintahkan membentuk pasukan antiteror yang kemudian diberi nama Detasemen 81 karena dibentuk pada 1981," tulis Prabowo dalam bukunya, dikutip Rabu (5/1/2022).

Tidak lama kemudian, cerita Prabowo, Detasemen 81 berhasil dalam operasi pembebasan sandera di Woyla. "Ini adalah salah satu peristiwa pembebasan sandera yang paling terkenal di dunia pada saat itu," lanjut Prabowo. Saat membentuk dan melatih pasukan antiteror Indonesia, Prabowo menyebut Luhut banyak memberikan masukan terutama untuk menyusun rencana latihan dan administrasi pembangunan.

Bahkan, Prabowo muda saat itu sudah diberikan tanggung jawab untuk pembangunan pangkalan maupun pengoragnisasian. Prabowo mengaku, hubungannya dengan Luhut saat itu sangat baik. "Mungkin pada saat itu genetikanya menjadi kuat lari, kuat jalan. Beliau sering memimpin dari depan. Pak Luhut juga penembak yang bagus. Beliau orang yang teliti dalam perjalanan," kenang Prabowo.

Setelah kebersamaan yang cukup melekat, keduanya kemudian berpisah. Luhut melanjutkan Sekolah Staf dan Komandi ABRI, sementara Prabowo menjalani Kursus Lanjutan Perwira. "Kami berpisah dan jarang lagi bertugas bersama, tetapi kami saling menghormati walaupun kadang kadang perbedaan pandangan tapi di ujungnya kita selalu bersatu untuk kepentingan merah putih," ujar Prabowo.

Prabowo dan Luhut memang sempat bersebrangan dalam pandangan politik. Namun, kini keduanya duduk di pemerintahan untuk membela panji merah putih. "Setelah pensiun, kita pernah berada di posisi politik yang berseberangan tapi kita saling menghormati dan selalu pada ujungnya bisa mencari titik titik kerja sama untuk merah putih," cerita Prabowo.