Kategori
Nasional

Prakiraan Cuaca BMKG Sabtu, 14 Mei 2022: Waspada Hujan Lebat Landa Beberap Daerah

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca hari ini, Sabtu 14 Mei 2022. Prakiraan cuaca hari ini dirilis oleh BMKG melalui laman resmi bmkg.go.id. Dalam prakiraan cuaca hari ini, BMKG menyebutkan adanya potensi hujan lebat yang akan melanda beberapa daerah di Indonesia.

BMKG menyatakan, sirkulasi siklonik terpantau di Laut Sulu yang menyebabkan konvergensi memanjang di Kalimantan Utara dan dari Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Timur. Daerah konvergensi lainnya juga terpantau memanjang di Samudra Hindia barat daya Banten, Samudra Hindia selatan Jawa, dan di Aceh. Lalu dari Bengkulu hingga Sumatra Barat, dari Sumatra Barat hingga Sumatra Utara, dari Lampung hingga Bengkulu, dan dari Jawa Timur hingga Jawa Tengah.

Kemudian di NTB, di Kalimantan Tengah, di Kalimantan Selatan, di Sulawesi bagian tengah, di Papua Barat, di Laut Arafuru, dan di Papua. Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar siklon tropis, sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut. • Aceh

• Riau • Jambi • Sumatera Selatan

• Lampung • Banten • Jawa Barat

• Jawa Tengah • Yogyakarta • Jawa Timur

• Kalimantan Barat • Kalimantan Tengah • Kalimantan Utara

• Kalimantan Selatan • Sulawesi Utara • Gorontalo

• Sulawesi Tengah • Sulawesi Barat • Sulawesi Tenggara

• Maluku Utara • Maluku • Papua Barat

• Papua • DKI Jakarta • Nusa Tenggara Barat

• Sulawesi Selatan

Kategori
Nasional

Peringatan Dini BMKG Kamis, 12 Mei 2022: Waspada 22 Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

Berikut peringatan dini BMKG terkait cuaca ekstrem di Indonesia hari ini, Kamis (12/5/2022). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan dini cuaca ekstrem di Indonesia. Diperkirakan, sejumlah wilayah akan diguyur hujan dengan intensitas lebat hingga disertai angin kencang dan kilat/petir.

Dikutip dari laman web.meteo.bmkg.go.id , Rabu (11/5/2022), terdapat Siklon Tropis KARIM terpantau di Samudera Hindia sebelah barat daya Banten. Intensitas siklon tropis diprakirakan akan melemah seiring dengan pergerakannya yang menjauhi wilayah Indonesia. Siklon tropis ini memberikan dampak secara tidak langsung terhadap peningkatan tinggi gelombang di Sumatera bag selatan, Pesisir Barat Sumatera dan Samudra Hindia barat Sumatera selatan Jawa.

Sementara itu, Sirkulasi siklonik terpantau di Laut Banda bagian timur dan di utara Kalimantan yang membentuk daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang di perairan Sorong dan dari Kalimantan Utara hingga Kalimantan Timur. Daerah konvergensi lainnya memanjang di pesisir barat Sumatera bagian selatan, di Sulawesi bagian tengah, dari Papua Barat hingga Papua, di Aceh, dari Jawa Barat hingga Jawa Tengah, dan di NTB. Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar siklon tropis, sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

Daftar wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang adalah: Aceh Bengkulu

Jambi Sumatera Selatan Lampung

Banten Jawa Barat Yogyakarta

Jawa Timur Nusa Tenggara Barat Kalimantan Barat

Kalimantan Tengah Kalimantan Utara Kalimantan Timur

Kalimantan Selatan Sulawesi Utara Gorontalo

Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Maluku

Papua Barat Papua Wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang adalah:

Sumatera Barat Kep. Bangka Belitung DKI Jakarta

Bali Wilayah yang berpotensi angin kencang: Riau

Daftar wilayah yang berpotensi hujan berintensitas lebat yang dapat disertai angin kencang/puting beliung dan kilat/petir: Aceh Sumatera Selatan

Kep. Bangka Belitung Lampung Banten

Jawa Barat Yogyakarta Jawa Timur

Nusa Tenggara Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Utara

Kalimantan Timur Sulawesi Utara Gorontalo

Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Maluku Utara

Maluku Papua Barat Papua

Wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang adalah: Riau Bengkulu

DKI Jakarta Kalimantan Selatan

Kategori
Nasional

Giliran Adik Indra Kenz yang Diperiksa Sebagai Tersangka Kasus Pencucian Uang Binomo

Nathania Kesuma yang juga merupakan adik kandung Indra Kesuma alias Indra Kenz akhirnya menghadiri pemeriksaan atas statusnya sebagai tersangka kasus dugaan pencucian uang kasus Binomo. Kehadiran itu dibenarkan oleh Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Kombes Chandra Sukma Kumara. Dia tiba di Gedung Bareskrim Polri sekitar pukul 13.50 WIB. "Sudah hadir pukul 13.50 WIB," kata Chandra saat dikonfirmasi, Rabu (20/4/2022).

Lebih lanjut, Chandra menuturkan bahwa Nathania Kesuma datang tidak sendiri. Dia didampingi oleh kuasa hukumnya. "Didampingi kuasa hukumnya," pungkasnya. Diberitakan sebelumnya, Bareskrim Polri memutuskan menahan Vanessa Khong yang merupakan pacar Indra Kenz dan ayahnya Rudiyanto Pei dalam dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) kasus Binomo.

"Betul penyidik menahannya, mulai tadi pagi," kata Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Whisnu Hermawan saat dikonfirmasi, Selasa (19/4/2022). Dijelaskan Whisnu, Vanessa Khong dan ayahnya ditahan seusai diperiksa sejak Senin (18/4/2022) kemarin. Keduanya rampung diperiksa sebagai tersangka hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Menurut Whisnu, keduanya kini ditahan di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, hingga 20 hari ke depan.

"Iya keduanya selama 20 hari kedepan di Rutan Mabes Polri," pungkasnya. Dalam kasus ini, Rudiyanto Pei dan Vanessa Khong dipersangkakan pasal 5 dan atau pasal 10 Undang Undang No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Jo Pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukumanan 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 Miliar.

Kategori
Nasional

Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin Ingatkan Komitmen Indonesia Bela Palestina dari Serangan Israel

Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, mengecam keras aksi kekerasan bersenjata aparat keamanan Israel terhadap warga Palestina di komplek Masjid Al Aqsa pada Jumat (15/4/2022) lalu. Dia mengutuk tindakan biadab militer Israel kepada warga Palestina yang sedang melaksanakan ibadah salat subuh berjamaah. "Serangan brutal Israel terhadap warga sipil harus segera dihentikan, terlebih dilakukan di tempat ibadah Masjid Al Aqsa pada bulan suci ramadan," kata Hasanuddin dalam keterangannya, Minggu (17/4/2022).

Politisi senior PDI Perjuangan itu juga mengetuk hati negara negara barat agar tetap berkomitmen untuk membela hak asasi manusia. Penyerangan yang dilakukan Israel, menurutnya, sudah melanggar HAM dan bertentangan dengan ajaran agama mana pun. "Tindakan Israel ini sudah sangat keterlaluan, mengingat korban yang terluka di antaranya kaum perempuan dan tenaga medis," tuturnya.

Dia juga mengimbau kepada Pemerintah Indonesia agar terus berjuang membela Palestina, karena sesuai dengan konstitusi negara yang menyebut bahwa penjajahan di muka bumi harus dihapuskan. Hasanuddin juga mendorong Kementerian Luar Negeri Indonesia agar meminta PBB agar memberikan sanksi pada Israel. "Mungkin saat ini pemerintah Indonesia sedang fokus pada urusan G20 atau serangan Rusia kepada Ukraina. Tetapi saya ingatkan bahwa berjuang membela Palestina jangan pernah dilupakan , ini amanat konstitusi," tandasnya.

Sedikitnya 158 warga Palestina terluka dan ratusan lainnya ditahan oleh polisiIsraelyang memasuki kompleks Masjid Al Aqsa di waktu subuh di bulan suci Ramadan pada Jumat (15/4/2022). Indonesia juga mengecam keras aksi kekerasan bersenjata aparat keamananIsraelterhadap Warga Palestina tersebut. Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu RI), lewat pernyataan hari Sabtu (17/4/2022) memintaIsraelmenghentikan kekerasan terhadap warga Palestina yang memakan korban jiwa hingga luka luka.

Terlebih lagi tindakan dehumanisasi itu dilakukan di bulan suci Ramadan dan di komplek suci Masjid Al Aqsa. “Indonesia mengecam keras aksi kekerasan bersenjata aparat keamananIsraelterhadap Warga Palestina di komplek Masjid Al Aqsa (15/4), yang memakan korban jiwa dan luka luka,” tulis Kemlu lewat pernyataan di twitter. “Tindakan kekerasan terhadap warga sipil tersebut tidak dapat dibenarkan dan harus segera dihentikan, apalagi dilakukan di tempat ibadah Masjid Al Aqsa di bulan suci Ramadan,” lanjutnya.

Kategori
Nasional

Tata Cara Membuat SKCK Secara Online dan Offline, Ini Persyaratannya

Berikut ini tata cara persyaratan dan tata cara membuat SKCK secara online maupun offline. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) adalah surat keterangan resmi yang diterbitkan oleh Polri melalui fungsi Intelkam kepada seorang pemohon/warga masyarakat untuk menerangkan tentang ada ataupun tidak adanya catatan suatu individu atau seseorang yang bersangkutan dalam kegiatan kriminalitas atau kejahatan. Pembuatan SKCK dapat dilakukan secara offline dengan cara mendaftar secara langsung di loket pelayanan SKCK di setiap kantor polisi dengan membawa dokumen yang dipersyaratkan serta mengisi formulir yang telah disiapkan oleh petugas.

Selain itu, pembuatan dapat dilakukan secara online dengan cara mengunggah dokumen yang dipersyaratkan serta mengisi form yang tersedia di laman resmi skck.polri.go.id. Adapun masa berlaku SKCK yakni hingga enam bulan sejak tanggal diterbitkan. Jika telah melewati masa berlaku dan bila dirasa perlu, SKCK dapat diperpanjang.

Berikut ini persyaratan membuat SKCK, dikutip dari skck.polri.go.id : Fotokopi KTP dengan menunjukan KTP asli. Fotokopi Paspor.

Fotokopi Kartu Keluarga (KK). Fotokopi Akte Lahir / Kenal Lahir / Ijazah. Fotokopi kartu identitas lain bagi yang belum memenuhi syarat untuk mendapatkan KTP.

Pas foto berwarna ukuran 4 x 6 cm sebanyak 6 (enam) lembar dengan latar belakang merah, berpakaian sopan, tampak muka. Bagi pemohon yang mengenakan jilbab, pasfoto harus tampak muka secara utuh. Surat permohonan dari sponsor, perusahaan, atau lembaga yang mempekerjakan, menggunakan, atau yang bertanggung jawab pada WNA.

Fotokopi KTP dan Surat Nikah apabila sponsor dari Suami/Istri Warga Negara Indonesia (WNI). Fotokopi Paspor. Fotokopi Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP).

Fotokopi IMTA dari KEMENAKER RI Fotokopi Surat Tanda Melapor (STM) dari Kepolisian. Pas foto berwarna ukuran 4 x 6 cm sebanyak 6 (enam) lembar dengan latar belakang berwarna kuning, berpakaian sopan, tampak muka.

Bagi pemohon yang mengenakan jilbab, pasfoto harus tampak muka secara utuh. Mengutip Kompas.com , berikut cara membuat SKCK secara online: 1. Akses laman

2. Pilih menu “Form Pendaftaran” di pojok kanan atas 3. Pada kolom “Jenis Keperluan” pilih jenis keperluan Anda untuk mengurus SKCK 4. Pilih kesatuan wilyah untuk pembuatan dan pengambilan SKCK

5. Isi alamat lengkap 6. Pilih metode pembayaran tunai atau menggunakan BRIVA 7. Klik “Lanjut”

8. Kemudian isi data pribadi 9. Upload foto 4 X 6 sesuai persyaratan yang ditentukan 10. Lalu lengkapi form hubungan keluarga, pendidikan, perkara pidana, ciri fisik dan kemudian unggah lampiran dokumen

11. Setelah itu, lampirkan rumus sidik jari yang telah didapatkan di kantor Polres sesuai domisili 12. Anda akan mendapatkan bukti pendaftaran dan nomor pembayaran online dengan virtual account Bank BRI atau pembayaran tunai di loket 13. Kemudian datang ke kantor satuan wilayah yang sudah dipilih sebelumnya pada form untuk menyerahkan bukti pembayaran

Permohonan pengajuan SKCK sesuai dengan keperluan dan melengkapi persyaratan. Setelah diterima di loket, petugas akan melakukan pencocokan berkas identitas pemohon. Apabila pemohon belum memiliki rumus sidik jari, maka akan dilakukan pengambilan sidik jari oleh fungsi reskrim (unit identifikasi).

Dilakukan penelitian kesesuaian dokumen persyaratan dan ada tidaknya catatan kepolisian pemohon. Bila berkas pemohon dinyatakan lengkap maka permohonan SKCK akan diproses. Namun, jika hasil penelitian belum lengkap maka akan dikembalikan kepada pemojon untuk dilengkapi

Bila ada hal hal yang meragukan dalam hasil penelitian maka akan dilakukan koordinasi dengan pihak internal dan eksternal Jika tidak ditemukan hal hal yang meragukan dan persyaratan sudah lengkap, maka akan diterbitkan SKCK sesuai keperluan pemohon. Polri juga telah menyediakan fasilitas pendaftaran permohonan SKCK secara online, dengan cara mengunggah (upload) dokumen yang dipersyaratkan serta mengisi form yang tersedia.

Biaya pembuatan SKCK untuk WNI sesuai dengan PP No. 60/2016 tentang Tarif dan Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) adalah Rp 30.000,00. Sementara biaya pembuatan SKCK untuk WNA adalah Rp 60.000,00.